Monthly Archives: November 2019

Petani Desa Ploso Dilatih Membuat Pakan Ternak Fermentasi Bersama Dinas Pertanian Kecamatan Selopuro


PLOSO – Untuk membantu peternak yang mengalami kesulitan mencari pakan di musim kemarau, Pemerintah Desa Ploso di bantu Dinas Pertanian Kecamatan Selopuro menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi bagi peternak di Desa Ploso

Petugas penyuluh pertanian Selopuro mengatakan peternak kambing ataupun sapi di perdesaan mencari rumput untuk pakan secara manual. Di musim penghujan cara tersebut efektif dilakukan, sebab ketersediaan pakan hijau ternak melimpah di areal pertanian. Namun di musim kemarau saat ini, rumput di lahan pertanian banyak yang mati dan tanah menjadi gersang. Kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas.

“Pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi bagi peternak Desa Ploso lebih ditujukan agar peternak dapat mengoptimalan pemanfaatan limbah pertanian yang melimpah di desanya, sebagai alternatif pakan pengganti rumput bagi hewan rumansia seperti sapi maupun kambing,” ujarnya, saat pelatihan di aula Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, Kamis, 26 Nopember 2019.

Dia mecontohkan pemanfaatan seperti kulit singkong, onggok atau limbah tapioka, daun kering, jerami maupun batang pisang, dapat dijadikan pakan ternak alternatif pengganti rumput. Hanya saja, sebelum dimanfaatkan untuk pakan, mesti di olah dulu. Sebab, pakan alternatif tertentu seperti kulit singkong maupun onggok masih mengandung racun yang berbahaya bagi ternak. Selain itu, kadar gizi pakan alternatif, misalnya daun kering, jerami maupun batang pisang, sangat rendah sehingga bila diberikan langsung ternak akan rentan mengalami kurang gizi.

“Limbah pertanian memiliki kekurangan, selain seratnya terlalu kasar yang menyebabkan ternak yang dibudidayakan tidak mau makan serta sulit mencerna, beberapa jenis limbah mengandung racun dan kadar gizinya sangat rendah. Dengan proses fermentasi, selain menetralkan racun, kadar gizi seperti protein pada limbah tersebut dapat dinaikkan, karena bakteri akan memecah serat kasar menjadi serpihan lebih halus sehingga mudah di cerna hewan ternak,” tuturnya.

Selain itu, pakan fermentasi, ternak sangat disukai ternak karena rasanya manis dan kelebihan pakan tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu lama sekitar 5 – 8 bulan. Sehingga, secara tidak langsung bila diaplikasikan para peternak Desa Ploso bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat karena lebih menghemat waktu dan lebih efisie

SOSIALISASI MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) BIDANG KESEHATAN OLEH PUSKESMAS SELOPURO DI BALAI DESA PLOSO


Puskesmas Selopuro melakukan musyawarah masyarakat desa bidang kesehatan di Desa Ploso Senin,(25 Nopember 2019) di Aula Desa Ploso yang di bawakan langsung oleh Erni Siti Wahyuni, S.Kp, Nes Selaku pemateri dan di bantu oleh Wuri Emira S.KM.Dalam Musyawarah ini disambut langsung oleh kepala Desa Ploso selaku perwakilan, Ketua BPD ,Kader – Kader Desa ,perangkat Desa dan perwakilan masyarakat. Dalam sambutan Kepala Desa di tahun 2020 diharapkan masyarakat dapat menyampaikan langsung usulan/masukan dalam musyawarah hari ini agar dari pihak desa dapat mendengar langsung dan memberi tanggapan.Di kesempatan ini pihak dari puskesmas menyampaikan hasil survey mawas diri ,yaitu SMD dilaksanakan oleh kader-kader desa siaga yang dilaksanakan dari tanggal 22 Nopember 2019 dan dalam hasil survey di temukan banyak masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat seperti : masih banyak rumah tangga yang di survey merokok sebesar masih banyak rumah tangga yang tidak menimbang balitanya setiap bulan sebesar, masih ada balita yang kurang, masih banyak rumah tangga yang tidak memberi ASI eklusif, masih banyak rumah tangga yang belum melaksanakan aktifitas fisik, masih ada keluarga yang belum melaksanakan pemberantasan nyamuk dengan 3M Plus, dan sudah terdapat 1 kasus DBD di banjar dinas suci, sudah purnama masih ada ibu hamil yang KEK, masih ada kasus Stunting dan motifasi Ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil sangat rendah.

KARANG TARUNA BHAKTI MUDA, PERPUATAKAAN TUNAS BANGSA DAN LPPTKA – BKPRMI GELAR FASI SE KECAMATAN SELOPURO DI DESA PLOSO KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

FASI Festifal Anak Shaleh Indonesia . Lomba KISAH ISLAMI, MQK, MEWARNAI TK, KALIGRAFI, CERAMAH AGAMA ISLAM (PILDACIL), TILAWAH AL-QUR’AN . Itulah cabang lomba di FASI.

Sambutan Dinas Perpustakaan dan Arsib Kabupaten Blitar, dalam hal ini diwakili oleh bapak BPK. YOHANES Kepala Bidang Pelayanan menegaskan bahwa, terima kasih telah berinovasi untuk mengelola Dana Desa dengan sangat baik dengan mengadakan kegiatan sepert ini. Pungkasnya.

Sedangkan Kordinator TPQ Kecamatan Selopuro Bpk. Habib Affan juga hadir diacara ini. Turun memberi sambutan. Memberi semangat kepada teman-teman Karang Taruna dan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Pungkas

Hadir dalam kegiatan tersebut MUSPIKA Kecamatan Selopuro, Pengelola Perpustakaan Klemunan Kecamatan Wlingi Ibu. RINI

FESTIFAL ANAK SHOLEH INDONESIA TAHUN 2019 DESA PLOSO KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR

PESERTA LOMBA
1. Peserta lomba adalah santri TKA, TPA dan TQA dari seluruh kecamatan Selopuro.
2. Peserta lomba FASI tingkat kecamatan adalah peserta terbaik dari lembaganya, atau juara I, II, III, FASI dari berbagai bidang lomba yang telah ditentukan oleh LPPTKA BKPRMI tingkat desa.
3. Peserta boleh merangkap cabang lomba, baik pada tingkat kategori yang sama maupun berbeda selama persyaratan usia terpenuhi, dengan mempertimbangkan resiko gugur.
4. Peserta lomba belum pernah menjadi juara 1 (satu), pada FASI tingkat kecamatan sebelum pada jenjang unit dan bidang lomba yang sama.
5. Identitas peserta dilengkapi dengan rekomendasi (stempel) dari kepala Unit TKA, TPA, atau TQA asal santri belajar, sebagai lampiran dari mandat yang dikeluarkan oleh Dirwil LPPTKA BKPRMI yang bersangkutan.
6. Usia peserta diatur sebagai berikut:
a. Santri TKA, usia maksimal 7 tahun pada tanggal 1 juli 2020.
b. Santri TPA, usia maksimal 12 tahun pada tanggal 1 juli 2020.
c. Santri TQA, usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 juli 2020.
7. Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri dengan fotokopi akte kelahiran/ surat kenal lahir dan atau ijazah yang mereka miliki dengan memperlihatkan aslinya pada saat daftar ulang.
8. Pendaftaran peserta:
a. Peserta lomba utusan desa, didaftar secara kolektif oleh pengurus tingkat desa.
b. Untuk semua cabang lomba (perorangan maupun grup) masing-masing Lembaga hanya boleh mengirimkan 1 (satu) orang peserta santri putra dan santri putri.


PENENTUAN PESERTA TERBAIK
1. Peserta yang memperoleh jumlah nilai rangking ke-1, ke-2, dank e-3 adalah peserta terbaik I, II, dan III pada bidang/ cabang lomba yang bersangkutan.
2. Setiap peserta yang mengikuti lomba akan medapatkan setifikat, dan bagi peserta terbaik I, II, dan III akan mendapatkan sertifikat, piagam, dan tropi kejuaraan.
3. Peserta terbaik rangking satu (1) dalam setiap perlombaan, akan mendapatkan pembinaan tingkat kecamatan dan akan diunggah/ direkomendasikan pada tingkat kabupaten.

PENDAHULUAN
Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi, baik santri Taman Kanak-kanak Al-Quran, Taman Pendidikan Al-Quran dan santri Ta’limul Qur’an Lil Aulad.
Diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Quran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI).
Acara ini memiliki tujuan utama, yakni:
1. Sebagai media untuk memperkokoh silaturahim fungsional dalam upaya menopang Ukhuwah Islamiyah terutama di kalangan pengurus LPPTKA BKPRMI, para pengelola, guru dan santri TK/TP Al-Qur’an, dan Ta’limul Qur’an Lil Aulad, seluruh aktivis BKPRMI dan seluruh komponen bangsa yang mencintai Al-Quran dan pemerhati serta menyayangi anak-anak.
2. Sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan profesionalisme disetiap jenjang kelembagaan dalam upaya meningkatkan fungsi LPPTKA.
3. Sebagai media evaluasi kualitas santri di seluruh wilayah kecamatan Selopuro dan diseluruh Indonesia pada umumnya, yang selanjutnya akan menjadi umpan balik kurikulum termasuk proses pembelajaran.


JENIS LOMBA, PESERTA DAN SISTEM PENILAIAN

1. KISAH ISLAMI (JUMAT 22-11-2019)
a. Peserta:
Santri TPQ atau Madin yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing-masing Lembaga.
b. Ketentuan materi
1) Tema dan inti cerita tentang pembentukan Aqidah Akhlak yang mengacu pada ayat Al-Qur’an dan atau Al-Hadits (sebagai rujukan utama). Kemasan cerita dapat diambil dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an, Al-Hadits, sejarah Islam sejak masa Rasullulah SAW, masa Tabi’in, dan penyebaran Islam di Indonesia.
2) Dalam menyampikan cerita diperkenankan menggunakan alat peraga yang sesuai dengan materi yang disampaikan.
3) Setiap peserta wajib menyerahkan naskah kisah islami kepada dewan hakim dengan diketik rapi dan menyebutkan identitas pengarangnya.
4) Durasi waktu maksimal 10 menit.
c. Aspek dan score penilaian
No Bidang Penilaian Penilaian
Maksimal Minimal
1 Tajwid 40 20
2 Tahfidz (hafalan) 40 20
3 Adab dan Fashahah 20 10
Jumlah 100 50

2. MQK (JUMAT 22-11-2019)
a. Peserta:
Santri TPQ atau Madin yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing-masing Lembaga.
b. Materi:
1) Kitab Mabadi Fiqih juz 3
c. Sistem penilaian:
Pelaksanaan lomba dinilai oleh 2 orang juri, dan diatur dalam beberapa kategori penilaian sebagai berikut:
1) Ketetapan bacaan dengan uraian
2) Ekpresi dan intonasi
3) Kelancaran
d. Aspek dan score penilaian:
No Bidang Penilaian Penilaian
Maksimal Minimal
1 Ketetapan bacaan dengan uraian 45 20
2 Ekpresi dan intonasi 35 20
3 Kelancaran 20 10
Jumlah 100 50

3. MEWARNAI TK (SABTU, 23-11-2019)
a. Peserta:
1) Siswa siswai TK, yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing-masing Lembaga.
2) Waktu 90 menit.
3) Alat mewarnai (bebas), meja belajar kecil, dan tikar dibawa oleh masing-masing peserta.
4) Kertas gambar disediakan oleh panitia dengan ukuran A3.
b. Tema materi mewarnai gambar:
 Ikon FASI 2019 desa Ploso kecamatan Selopuro
c. Aspek dan score penilaian mewarnai gambar:
No Bidang Penilaian Penilaian
Maksimal Minimal
A Bidang Variasi Warna
1. Pemilihan warna 25 15
2. Tata warna 20 10
B Bidang Keindahan
1. Kekayaan warna 20 10
2. Kekayaan Imajinasi 20 10
3. Kebersihan dan Kehalusan 10 5
Jumlah 100 50

4. KALIGRAFI (SABTU, 23-11-2019)
a. Peserta
Santri TPQ atau Madin yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing-masing lembaga
b. Materi (pilihan teks Kaligrafi)

1) Jenis tulisan adalah Khat Tsulut
2) Jenis kaligrafi hiasan Mushaf
3) Peserta diperkenankan menggunakan “Mal” untuk hiasan
4) Tulisan materi kaligrafi, pilih salah satu:
a) Al-Qur’an surat Al-Asr 1-3
b) Al-Qur’an surat Al-Hujarat ayat 10
“innamal mu’minuuna ikhwatun fa-ashlikuu baina akhowaikum wattaqulloha la’allakum turhamuuna”
c) Hadits Rasulullah SAW (HR Muslim)
“Asshalaatu imaaduddini waman aqaamaha faqad aqamaddiini wanan tarakahaa faqaq hadaamaddiini”
d) Hadits Rasulullah SAW (HR Muslim)
“innamaa bu’itstu li utammimaa makaarimal akhlaqi”
c. Alokasi waktu dan peralatan
1) Alokasi waktu yang disediakan maksimal 180 menit
2) Peralatan kaligrafi disediakan oleh masing-masing peserta
3) Kertas disediakan oleh panitia dengan ukuran A2 (60cm x 42cm)
d. Aspek dan score penilaian
No Bidang Penilaian Penilaian
Maksimal Minimal
1 Ketepatan kaidah tulisan 50 20
2 Kebersihan keindahan tulisan 30 15
3 Keserasian warna dan ornamen hiasan 20 15
Jumlah 100 50

5. TILAWAH AL-QUR’AN (SABTU, 23-11-2019)
a. Peserta:
Santri TPQ atau Madin yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing-masing Lembaga.
b. Materi:
1) Alternatif maqro mengacu pada maqro yang telah dikuasai peserta.
2) Maqro dibaca oleh peserta selama 6-7 menit atau menunggu tanda berhentu dari dewan hakim.
c. Sistem penilaian:
Pelaksanaan lomba dinilai oleh 2 orang juri, dan diatur dalam beberapa kategori penilaian sebagai berikut:
1) Bidang Tajwid, terdiri dari:
a) Makharijul Huruf
b) Sifatul Huruf
c) Ahkamul Huruf
d) Ahkamul Mad Wal Qosr
2) Bidang Fashahah dan Adab, terdiri dari:
a) Al Waqfu wal Ibtida’
b) Muro’atul Huruf wal Harokat
c) Muro’atul Huruf wal ayat

d) Adabut Tilawah
3) Bidang Suara dan Irama, terdiri dari:
a) Keindahan Suara
b) Irama dan Variasi
c) Keutuhan Tempo dan Bacaan
d) Pengaturan Nafas
e) Jumlah Lagu
f) Lagu Pertama dan Penutup
d. Aspek dan score penilaian:
No Bidang Penilaian Penilaian
Maksimal Minimal
1 Tajwid 45 20
2 Bidang suara dan lagu 35 20
3 Fashahah dan adab 20 10
Jumlah 100 50
e. Kesalahan-kesalahan
1) Kesalahan membaca ayat diketegorikan kedalam kesalahan Jally
2) Kesalahan bidang Tajwid, fashahah dan adab, lagu dan suara dalam Musabahah ini diklasifikasikan sebagai kesalahan Khafi
3) Kesalahan lagu dan suara:
a) Suara kasar, suara pecah, suara parau, suara lemah, suara tidak mampu tinggi dan hilang saat nada rendah
b) Jumlah lagu kurang dari tiga
c) Lagu pertama kurang dari tiga tanda nada (bayyati/khusaeni)
d) Peralihan lagu yang tidak serasi, keutuhan yang tidak jelas dan tempo lagu yang terlalu cepat atau terlalu lambat
e) Irama, gaya, dan variasi lagu yang tidak indah
f) Pengaturan nafas yang tidak terkendali
g) Lagu penutup yang tidak sama dengan lagu pembukaan (bayyati/khusaeni)

6. CERAMAH AGAMA ISLAM (PILDACIL) (MINGGU 24-11-2019)
a. Peserta
1) Santri TPQ atau Madin jenjang SD/MI yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing- masing Lembaga.
2) Santri TPQ atau Madin jenjang SMP/MTs yang diwakili 1 putra dan 1 putri, dari masing-masing Lembaga.
b. Materi/ Tema ceramah
Ketentuan materi ceramah yang dibawakan adalah sebagai berikut:
1) SD/ MI
Tema ceramah “Berbakti Kepada Orang Tua”
2) SMP/ MTs
Tema ceramah “Cerdas Bermedia Sosial”
c. Waktu ceramah maksimal 10 menit
d. Ceramah tanpa menggunakan teks
e. Isi ceramah dilengkapi dengan Al-Qur’an dan Hadits

f. Setiap peserta wajib menyerahkan naskah ceramah kepada dewan juri sebanyak 2 lembar dengan diketik rapi dan menyebutkan identitas pengarangnya
g. Materi penilaian
1) Bidang isi dan Bahasa, terdiri dari:
a) Bobot uraian dan cakupan
b) Sistematika uraian
c) Ungkapan bahasa
d) Gaya bahasa
2) Bidang dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, terdiri dari:
a) Kebenaran bacaan
b) Kebenaran terjemahan
c) Kesesuaian dalil dengan topik dan uraian
3) Bidang retorika/ metode penyampaian, terdiri dari:
a) Vocal, intonasi, dan aksentuasi
b) Ekspresi
c) Adab
h. Aspek dan score ceramah
No Bidang Penilaian Penilaian
Maksimal Minimal
1 Isi dan Bahasa 40 20
2 Dalil 25 10
3 Retorika/ metode penyampaian 35 20
Jumlah 100 50

Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa Ploso Melalui Bimtek

Ploso-Kepala desa dan perangkatnya mempunyai tugas berat dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa. Saat ini, Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur, dituntut mampu mengelola anggaran pemerintah yang nilainya cukup besar.

Sehingga Kades dan perangkatnya mesti lebih Peningkatan Kapasitas Perangkat dengan berbagai kegiatan pelatihan ataupun bimbingan teknis (Bimtek). Termasuk kegiatan Peningkatan Kapasitas Perangkat yang diselenggarakan bagi perangkat desa ini dinilai sangat membantu dalam peningkatan kapasitas dan kemampuan perangkat desa dengan adanya pelatihan Administrasi Negara.

Hal itu diungkapkan SUPRIYANIK Kasi Pembangunan Kecamatan Selopuro, yang mengapresiasi dan mendukung kegiatan Peningkatan Kapasitas Perangkat yang diselenggarakan pada tanggal 02 Nopember 2019.

Menurutnya, Peningkatan Kapasitas Perangkat Kades dan perangkat desa penting dilakukan karena sangat berdampak bagi kinerja pemerintahan desa.
“Hasil pelatihan dan bimbingan teknis yang dilakukan sangat terasa manfaatnya bagi perangkat desa dalam melaksanakan tugas-tugas administratif di desa dan peningkatan wawasan bagi perangkat desa,” ujarnya, Senin (04/11/2019).

SUPRIYANIK menjelaskan, Peningkatan Kapasitas Perangkat melalui pelatihan administrasi negara, bimbingan teknis serta pendampingan merupakan kebutuhan perangkat desa seiring perubahan paradigma penyelenggaraan di pemerintahan desa, disamping itu banyak perangkat desa yang baru diangkat dengan latar belakang pendidikan yang bervariatif.

“Sehingga memang perlu adanya pelatihan atau pun bimtek ini, dan diharapkan keberlanjutannya kepada semua perangkat sesuai tugas dan tanggungjawab pemerintah desa yang terus meningkat,” katanya
Diakui SUPRIYANIK, pelatihan dan Bimtek bagi perangkat desa sudah sesuai amanat Permendagri 83 tahun 2015, bahwa perangkat desa yang baru diangkat wajib mengikuti pelatihan.

Peluang atau terobosan anggaran untuk kegiatan pelatihan/bimtek bisa bersumber dari APBN, APBD, APBDes, bahkan dari pihak ketiga.

“Oleh karenanya , diharapkan melalui adanya Peningkatan Kapasitas Perangkat Desa, harus terus dilakukan secara berkala layaknya kepada PNS atau karyawan swasta agar ke depan aparatur desa mampu meningkatkan kinerja, disiplin, kemampuan manajerial dan profesional,” tegasnya.

BUDI PRADOPO, ST, pendamping lokal Desa wilayah Kecamatan Selopuro menambahkan, suatu kemustahilan program-program pembangunan yang dilaksanakan di desa dapat terlaksana dengan baik, tanpa dibarengi dengan pembangunan SDM. Apalagi, di masa sekarang aturan-aturan desa yang dibuat pemerintah terus berubah-ubah dan belum seluruhnya diterbitkan pemerintah.

“Makanya kami dari pendamping lokal desa sangat mendukung adanya pelatihan Administrasi Negara atau bimtek sangat mendukung dalam rangka peningkatan kapasitas perangkat desa agar lebih profesional dalam menjalankan roda pemerintahan desa,” jelasnya.

BUDI PRADOPO, ST mengaku, selama ini pemerintah daerah terus memperhatikan kesejahteraan perangkat desa melalui penyaluran penghasilan tetap (Siltap) setiap bulan, pemberian jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan. Dengan adanya perhatian tersebut ,saya optimis semua desa yang ada diwilayah Kecamatan Selopuro akan lebih maju lagi, tukas BUDI PRADOPO.