SERTIJAB KETUA TP PKK DESA PLOSO KECAMATAN SELOPURO KABUPATEN BLITAR PERIODE 2019 – 2025

http://ploso-blitar.desa.id;Seiring dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa Ploso periode tahun 2014 – 2019 (BP. KOMSUN), dan telah dilantiknya Penjabat Kepala Desa Ploso pada 13 Desember 2019 (Bp.ROHMADI), maka berakhir pula masa jabatan ketua Tim Penggerak PKK Desa Ploso.

Berdasarkan hal tersebut, maka pada hari Senin, 30 Desember 2019 di Pendopo Desa Ploso dilaksanakan serah terima jabatan ketua Tim Penggerak PKK Desa Ploso dari ketua TP PKK Desa Ploso yang lama Ny.BADINGAH kepada ketua TP PKK Desa Ploso yang baru, Ny. NURUL AZIZAH.

Dalam kesempatan tersebut diharapkan agar ketua TP PKK Desa Ploso yang baru bisa menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya, seiringan dengan tugas dari suaminya, Bp. ROHMADI sebagai Penjabat Kepala Desa Ploso yang baru.

Kami atas nama pemerintah Desa Ploso mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ketua TP PKK Desa Ploso yang lama, Ny. BADINGAH atas dedikasinya selama ini, dan mengucapkan selamat datang kepada ketua TP PKK Desa Ploso yang baru, Ny. NURUL AZIZAH semoga bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

SELAMAT ATAS DILANTIKNYA, BAPAK ROHMADI SEBAGAI KEPALA DESA PLOSO, KECAMATAN SELOPURO, KABUPATEN BLITAR PERIODE 2019-2025.


ploso-blitar.desa.id, Seluruh masyarakat Desa Ploso mengucapkan selamat kepada Bapak Rohmadi yang telah dilantik sebagai Kepala Desa Ploso periode 2019-2025 di Kantor Bupati Blitar di Kanigoro oleh Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM pada hari Jum’at, 13 – 12 – 2019.

Dengan telah dilantiknya Bapak Rohmadi maka resmilah menjadi Kepala Desa Ploso Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar. tentu saja dalam menjalankan roda pemerintahan kedepan harus ditunjang oleh Perangkat Desa yang Mumpuni, Profesional dan memiliki kemampuan dan kemauan untuk dapat bekerja dan bekerja sama dalam menjalankan Amanah Pemerintah maupun masyarakat Desa Ploso. Kecamatan Selopuro .

Salah satu tim relawan mewakili Pemuda kami selalu siap mendukung Pemerintahan Desa jika suatu saat dibutuhkan dalam bentuk kegiatan apa pun demi kemajuan Desa Ploso kedepan.

Demi kemajuan desa maka kita harus Saling komunikasi dan koordinasi antar masyarakat desa, maupun Antar Kepala Desa dan Perangkatnya, mengutamakan musyawarah untuk mufakat, Insyaallah tidak ada persoalan sekecil apapun yang tidak bisa kita selesaikan.

Sudah saatnya kita merajut kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan, Pilkades telah selesai sekarang kita adalah bagian dari masyarakat dengan ikatan keluarga besar Desa Ploso Kecamatan Selopuro,.

Kritik dan saran yang sifatnya membagun selalu kita sampaikan, semoga Desa kita bisa maju dengan masyarakat yang rukun, damai,Berakhlaq mulia dan sejahtera.

Program Desmigratif Bantu Mantan TKI Berwirausaha Di Desa Ploso Kecamatan Selopuro Tahun 2019

http://ploso-blitar.desa.id – Program desa migran produktif (desmigratif) menyasar 40 orang mantan TKI, keluarga TKI, dan calon wirausahawan di Desa Ploso Kecamataan Selopuro Kabupaten Blitar. Mereka menerima pendampingan berupa pelatihan berwirausaha dan peralatan produktif dengan kegiatan selama 2 (dua) hari di Balai Desa Ploso.


“Mereka adalah mantan TKI maupun keluarganya. Tujuan pemberian Pelatihan dan bantuan ini agar mereka tetap bisa berpenghasilan meski sudah berhenti menjadi TKI. Saat di kampung halaman berwirausaha. Ini yang kita dampingi,” HARIS SUSIANTO, SH, MSi (Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar) katanya kepada Kepala Desa Ploso dan Peserta Pelatihan dalam Program Desmigratif 2019 (12/12/2019).

Jenis bantuan sarana usaha berupa pelatihan Membuat Kue / Jajanan dan peralatan Memasak membuat kue. Peralatan yang diberikan adalah mikser, Oven, dan lain-lain.


MARKAMAH warga Desa Ploso RT.03 RW.02, penerima bantuan program Desmigratif asal Desa Ploso, mengatakan dirinya menerima peralatan memasak. Ia merintis usaha kuliner usai berhenti dari pekerjaannya di Malaysia.

“Sepuluh tahun di Malaysia. Dengan bantuan ini, bisa memudahkan membuat Kue jajanan dadar gulung dan kue kue lainya. Ada beberapa jenis perabot yang diberi pemerintah,” ujar wanita yang memiliki satu anak ini.