Desa Ploso Meenjadi Tempat Kegiatan Pengajian Rutinan Muslimat NU Kecamatan Selopuro

ploso-blitar.desa.i//Bertepatan dengan Muslimat Se-Kecamatan Selopuro Melaksanakan kegiatan pengajian rutinan Muslimat -Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pelantikan Fatayat NU Desa se Kecamatan Selopuro, Syukuran Kepala Desa Ploso (ROHMADI), dan perkenalan Camat Selopuro (DENY CANDRA HIMAWAN, S.STP, MMS) di Ds.Ploso Kec.Selopuro Kab.Blitar, Minggu (12/01/20).

Pembina dan Ketua Pengurus Muslimat dalam sambutannya mengatakan, selalu memberikan motivasi pada para Ibu Ibu Muslimat NU, supaya dapat bergerak aktif dalam menyelesaikan permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat.

Kegiatan yang juga melibatkan Ibu-ibu atau para istri pengurus ini diisi dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memanjatkan doa kepada Allah untuk kelancaran program Keluarga Besar NU Kecamatan Aelopuro dan juga mendoakan seluruh keluarga yang telah mendahului kita.

Kepala Desa Ploso Atau Yang Mewakili menyampaikan, ucapan terima kasih dan selamat datang kepada hadirin semua, pengajian Muslimat NU se kecamatan Selopuro Yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini diharapkan bisa menjadi teladan bagi generasi mendatang.

Selanjutnya, sambutan Forkompimca Kecamatan Selopuro DENY CANDRA HIMAWAN, S.STP, MMS, menjelaskan bahwa untuk terciptanya persatuan dan kesatuan bangsa ,apabila seorang muslim mampu memberikan kasih sayang terhadap muslim lainnya.

“Dan kasih sayang itu diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, kita akan merasakan betapa nikmatnya kebersamaan sebagai umat Islam dan bangsa yang kuat dan kokoh dan tidak mudah diadu domba yang sarat akan perpecahan, dengan sikap ikhlas karena mengharap ridho Allah,” ungkap DENY CANDRA HIMAWAN, S.STP, MMS.

Dalam muqodimah KH. HARUN ISMA’IL menyampaikan, untuk terciptanya kerukunan hidup antara sesama warga masyarakat : Apabila seorang muslim mampu menghargai dan menghormati orang lain dalam berbagai hal. Termasuk menghormati dan menghargai terhadap adanya perbedaan, baik dalam hal bahasa, budaya, maupun pemahaman agama yang sarat akan perbedaan mazhab dan pendapat.

“Kita akan merasakan betapa nikmatnya hidup rukun dalam sebuah perbedaan yang dibingkai atas dasar ukhuwah Islamiyah dengan menganggap perbedaan sebagai rahmat atas kasih sayang Allah kepada semua hamba,” tutur KH. HARUN ISMA’IL .

Pengajian rutin yang dihadiri oleh para sepuh dan tokoh masyarakat ,Forkompimca Kecamatan Selopuro, Kades Ploso, Pengurus Fatayat NU Anak Cabang Selopuro, MWC NU Kecamatan Selopuro dan warga Desa Kec.Selopuro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *